​Antara Api Abadi, Air Blukuthuk dan Pohon Cinta

0
2430

Api Abadi

Kabupaten Bojonegoro kini semakin dikenal setelah adanya proyek minyak dan gas (migas) di Lapangan Banyuurip Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, yang dioperatori ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Nah, hal ini justru menambah potensi Kabupaten Bojonegoro, utamanya di sektor pariwisata.

Tak jauh dari lokasi migas Banyuurip Blok Cepu, terdapat lokasi wisata Khayangan Api yang berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Sekarang saja (2016) infrastruktur jalan menuju Lokasi Api abadi Kayangan Api, sudah diperbaiki. Jadi, jika anda dari pasar Dander ke arah barat, tidak akan menjumpai jalan yang dulu rusak, karena kini jalan sudah mulai bagus dengan betonnya yang kokoh. Tapi, masih ada beberapa meter yang masih diperbaiki sih. Hehe.
Sepanjang perjalanan, mata anda akan dimanjakan dengan hijaunya pepohonan. Karena memang lokasi wisata Khayangan Api ini juga berada di tengah-tengah kawasan hutan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Bojonegoro. Begitu masuk ke lokasi wisata, anda cukup bayar Rp 7.500 saja perorang.
Sebenarnya wisata ini sudah dari dulu ada, setelah ditemukannya semburan api dari tanah. Api abadi ini juga diklaim sebagai sumber api dari alam terbesar se-Asia Tenggara. Hebatnya, api ini tak kunjung padam meski saat itu hujan deras terjadi. Sungguh keajaiban alam yang luar biasa bukan ?

Air Blukuthuk

Tidak hanya api abadi saja, di lokasi ini wisatawan juga akan menjumpai Air Blukutuk namanya. Sebuah kubangan sumber air yang menyembur seperti mendidih hingga timbul gelembung-gelembung. Tapi jangan salah, meski tampak seperti mendidih tapi air ini tidak panas. Air ini juga dipercaya memiliki khasiat seperti menyembuhkan sakit gigi dan gatal-gatal.
Tak jauh dari lokasi Air Blukutuk yang masih di kawasan lokasi Kayangan Api, anda juga akan dibuat kagum dengan adanya Pohon Cinta. Ya, namanya Pohon Cinta. Pohon ini sangat unik. Satu batang dengan dua perakaran dan menyerupai pintu gerbang. Ajaib sekali kan ?
Katanya sih, pasangan yang melewati “gerbang” Pohon Cinta ini, akan langgeng alias cinta pasangan akan abadi. Karena itu, wisatawan yang datang kesana tak jarang menuliskan namanya bersama pasangannya dibebatuan yang ada di bawah pohon, bahkan ada yang menulis di batang pohon. Duh, sayang ya kalau pohon harus dicorat-coret seperti itu.

Pohon Cinta

Disekitar Pohon Cinta ini, juga disediakan tempat duduk yang sudah dibangun. Jadi, bagi anda yang doyan selfie atau hobi foto, bisa deh dicoba. Jadi, seolah-olah anda duduk di bawah Pohon Cinta ini dengan berlatar pepohonan di sekitar hutan. Keren kan ?
Tak ada salahnya untuk berkunjung ke lokasi ini. Seakan back to nature, alias kembali ke alam. Tapi, kita juga harus tetap jaga kebersihan ya. Kita bisa menikmati “miracle of nature” (keajaiban dari alam), kita juga yang harus menjaga alam agar tetap hidup, dan agar bisa dinikmati pula oleh generasi penerus nanti. Selamat berwisata.

Penulis; Arika (Radio Lintas FM Bojonegoro)