Hangatnya Cangkruk Mathuk Bersama Pendiri Mojok.co

0
50

Oleh : Iwan Siswoyo

Pagi yang cerah mengiringi suasana di Hotel Resto MCM Bojonegoro pada rabu (4/12). Sekira 35 jurnalis dan awak media baik online, cetak, tv dan radio duduk bersama untuk menyimak pengalaman dan suksesnya situs online mojok.co.
Obrolan yang dikemas dengan nama “Cangkruk Mathuk” oleh ExxonMobil, operator migas blok cepu ini terasa special karena menhadirkan Puthut EA, Pendiri dari Mojok.co yang sekira lima tahun terakhir ini mampu membawa media ini bergerak bahkan bertahan untuk bersaing dengan media lain yang muncul dan tenggelam.
Dalam paparannya Puthut yang berlatar belakang penulis, yang telah menerbitkan 40 buku itu tidak menutupi bahwa media yang ia buatpun pernah jatuh setelah berjalan dua tahun. Tapi dapat bangkit lagi, bahkan posisioningnya berada di 80 alexa, sebuah raihan yang positif.
Dia mengingatkan kepada awak media di Bojonegoro untuk membangun media butuh modal besar, bahkan konsep “bakar duit” tak jarang dilakukan untuk mencapai target. selain itu membangun sistem dan convergensi harus dilakukan untuk sebuah media.
Pria yang lahir dari Kabupaten Rembang inipun menuturkan membangun dan merintis media butuh kreatifitas lebih, bahkan persaingannya begitu berat.
“Kalau di Bojonegoro mungkin tidak begitu terasa, tetapi kalau sudah di kota besar, seperti Jakarta sangat berat” ujarnya.
Dan sebagai pelaku media di era-era seperti ini dibutuhkan kolaborasi dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan bahkan personal branding yang bagus pula. Hal ini akan sangat membantu posisioning media itu sendiri.

Hangat : Eksternal Affairs Manager ExxonMobil, Ichwan Arifin dalam sambutannya kepada awak media di Bojonegoro.

Hal itulah sedikit catatan bagaimana mojok.co mewarnai kentalnya cangkruk mathuk yang digagas ExxonMobil. External Affairs Manager ExxonMobil, Ichwan Arifin menuturkan “Cangkruk Mathuk” merupakan sebuah langkah untuk membangun relasi yang baik dengan para jurnalis yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
“Berbanggalah teman-teman bisa bekerja di media, karena kata Pramudya, menulis adalah bekerja disebuah keabadian” ujar pria yang pernah bercita-cita sebagai wartawan ini.
“Cangkruk Mathuk” begitu hangat dan kental, semoga kedepan bisa terulang lagi. Dengan mendapat inspirasi baru, bisa jadi konten yang dihadirkan oleh media-media di Bojonegoro akan lebih berbobot dan bermanfaat tentunya. Salam.