Menuju Smart Technology, Pemkab Bojonegoro Gelar FGD “Desa Grebek Kota”

0
499

Bojonegoro, forumradiobojonegoro – Menyambut kemajuan tekhnologi industri 4.0 Pemkab Bojonegoro telah mempersiapkan diri sedini mungkin. Hal itu terlihat dari kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar di Gedung Smart Building Technology di Dusun Kedungrejo Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Bojonegoro, Kamis (16/01).

Mengangkat tema “Desa Grebek Kota” Pemkab Bojonegoro ingin mewujudkan Bojonegoro menjadi Smart technology, di mana sebuah tekhnologi hadir di ruang lingkup masyarakat seiring kegiatan yang dibutuhkan sehari-hari. Konsep ini diawali dengan mempersiapkan perangkat dan tekhnologi dari 100 desa yang menjadi pilot project, yang nantinya akan menyebar ke Desa-desa sekitar.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah berkomitmen mewujudkan impian tersebut. Dimana pelayanan serta data akurat akan sangat bermanfaat bagi keberlangsungan bagi Bojonegoro.

“Kini tekhnologi hadir ke masyarakat, tinggal kita menyamakan frekuensi untuk memanfaatkannya” ujarnya.

Bu Anna menambahkan dengan adanya gedung Smart Building Technology masyarakat bisa belajar langsung sesuai keinginan, hal ini diharapkan meningkatkan kemampuan bagi masyarakat khususnya kaum milenial untuk dapat bekerja baik kebutuhan lokal, nasional maupun internasional.

Terpisah Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Kusnanadaka Tjatur Prasetyo menuturkan untuk mewujudkan Smart Technology, Pemkab Bojonegoro juga menguatkan di bidang Smart Society. “Kominfo selama ini sudah bermitra dengan banyak komunitas yang kompeten dibidangnya, baik RTIK, Blogger, Vlogger, Kelompok Informasi serta para milenial untuk mempersiapakan industri 4.0” ucapnya.

Hadir pula Ismail fais, sosok inspiratif yang sukses memanfaatkan Informasi Tekhnologi (IT) sebagai riset data yang memberikan peluang-peluang bagi Bojonegoro kedepan. Mau menuju kemana Bojonegoro kedepan hingga langkah apa saja yang harus ditempuh diulas oleh pria yang beberapa kali diundang di media naional ini.

“Bojonegoro ini mempunyai potensi yang luar biasa, itu bisa dilihat dari penggunaan internet sehari-hari, media sosial seperti Twitter, Facebook, Indtagram dan Youtube banyak yang menggunakan” ucapnya.

Pemkab Bojonegoro harus membuka peluang bagi siapapun yang mempunyai passion di bidang IT, karena ini akan mampu membranding Bojonegoro sesuai tujuan. Memanfaatkan mahasiswa yang ada di luar kota untuk menjadi tutor ke pelajar atau masyarakat ini akan sangat bermanfaat, pesannya.

FGD inipun diikuti 500 undangan terdiri dari seluruh Organisasi Perang Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bojonegoro. 100 Kepala Desa Pilot Project, Mitra Kominfo, Komunitas, Pelajar, Mahasiswa dan Media. (*