Peningkatan Kapasitas Perempuan Bojonegoro Bersama EMCL

0
131

Sebanyak 100 perempuan di Kecamatan Kalitidu dan Trucuk telah terpilih untuk dilatih menjadi perajut dalam program PRIMA (Perempuan Indonesia Merajut) fase 2, Rabu (13/11) pagi.

Program Pengembangan Masyarakat yang diiniasi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra, Yayasan Sri Sasanti Indonesia ini dihadiri oleh Camat Trucuk, Heru Subagyo, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Rully Yudhiehernani, serta perwakilan EMCL, Hasti Asih.

Kegiatan ini dengan tujuan utama yaitu meningkatkan kapasitas perempuan dalam mengasah ketrampilan merajut. Acara ini turut diisi oleh dua trainer dari CV Bhumi Cipta Mandiri (BCM) – sebuah perusahaan distributor yang telah disiapkan oleh EMCL untuk memasarkan hasil rajutan dari para perempuan ini.

Sejalan dengan semangat tersebut, Camat Trucuk menyampaikan dukungannya terhadap program ini dan harapannya dapat berlanjut kedepannya.

“Terima kasih kepada EMCL yang telah memberikan perhatian khususnya kepada para ibu-ibu peserta untuk dapat semangat mengikuti pelatihan ini,” ujar Camat.

Selain pelatihan, para perempuan perajut akan diberikan panduan teknis dan desain untuk memastikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk menghasilkan produk tas sesuai yang dibutuhkan oleh klien target dari distributor CV BCM.

“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM sangat mengapresiasi program PRIMA, karena usaha rajut merupakan bagian dari fokus binaan kami,” ujar perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM, Rully Yudhiehernani.

Acara dilanjutkan dengan materi program rajut yang diberikan oleh kelompok trainer PRIMA dengan metode presentasi materi dan dilanjutkan praktek langsung membuat aneka produk.

Selain hadirnya trainer professional, terdapat asisten trainer yang merupakan para perajut dari Program PRIMA fase 1, dimana kemampuan rajut mereka yang telah terlatih ini dapat dibagikan kepada peserta baru di fase 2.

Nurul, salah satu asisten trainer yang juga sebagai Koordinator Rajut Desa Bonorejo dalam program PRIMA fase 1 ini mengaku bangga dapat meneruskan keahliannya kepada para perempuan perajut selanjutnya.

Sementara, Perwakilan EMCL, Hasti Asih, menyampaikan jika kegiatan ini merupakan komitmen EMCL dalam membantu pemerintah dalam pengembangan ekonomi masyarakat. “Kedepannya diharapkan program ini dapat membantu para perempuan untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan menjadi penggerak usaha rajut di Bojonegoro,” kata Hasti. (*/Red)