Siapa sangka, sebuah usaha yang kini dikenal dengan nama Rumah Shastra berawal dari hal yang sangat sederhana: kecintaan seorang ibu kepada anaknya.
Reni Dermawanti Oktavia, pemilik Rumah Shastra, pernah menghabiskan masa mudanya bekerja di dunia Horeca—Hotel, Restoran, dan Café—di Surabaya. Pengalaman itu memberinya banyak ilmu tentang kualitas rasa, pelayanan, hingga standar pengolahan makanan. Namun, saat itu ia belum pernah membayangkan akan menjadi seorang pengusaha.
Semuanya berubah ketika putranya, Shastra, gemar membeli roti dan pizza sebagai camilan. Sebagai seorang ibu yang hobi memasak, Reni mulai mencoba membuat sendiri makanan favorit sang anak.
“Kalau bisa bikin sendiri, kenapa harus beli?” pikirnya saat itu.
Dari dapur rumahnya, ia mulai bereksperimen membuat roti, cake, pizza, dan berbagai kudapan lainnya. Tak disangka, hasil buatannya mendapat banyak pujian. Teman, tetangga, hingga kerabat mulai memesan. Dari situlah keberanian untuk menjual produknya muncul.
“Saya awalnya hanya membuatkan makanan untuk anak saya. Ternyata banyak yang suka dan mulai membeli. Dari situlah usaha ini berjalan,” tutur Reni saat menjadi narasumber dalam Program Bincang IKM Radio Malowopati.
Seiring waktu, Reni melihat peluang yang sangat besar di lingkungan sekolah. Ia menghadirkan aneka roti dan kue yang disukai anak-anak dengan harga yang terjangkau. Kini, produk Rumah Shastra telah hadir di berbagai kantin sekolah di Kabupaten Bojonegoro.
Setiap minggu, ia terus berinovasi. Mengikuti tren, menyesuaikan selera anak-anak, hingga menciptakan produk baru agar pelanggan tidak bosan. Bagi Reni, kreativitas adalah kunci agar usaha tetap bertahan.
Nama Rumah Shastra pun bukan sekadar nama usaha. Nama itu diambil dari putra tercintanya, sekaligus menjadi simbol sebuah mimpi besar.
Reni membayangkan suatu hari nanti Rumah Shastra bukan hanya menjadi tempat produksi roti dan kue, tetapi berkembang menjadi sebuah pusat kreativitas keluarga yang menghadirkan kuliner, ruang berkumpul, hingga hiburan yang dapat dinikmati masyarakat.
Dalam perjalanan usahanya, Reni juga merasakan dukungan yang besar dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Berbagai fasilitas seperti pendampingan perizinan usaha, sertifikasi halal, edukasi higienitas pangan, hingga kesempatan bertemu dengan berbagai pihak untuk memperluas jaringan pemasaran menjadi bekal penting dalam mengembangkan bisnisnya.
Perlahan namun pasti, Rumah Shastra mulai dikenal di luar Bojonegoro. Produknya kini telah dipasarkan ke Tuban, Lamongan, Surabaya, Sukabumi, bahkan beberapa kali dikirim hingga ke Jepang. Sebuah pencapaian yang berawal dari dapur sederhana dan niat tulus seorang ibu.
Meski usahanya terus berkembang, satu hal yang tidak pernah berubah adalah komitmennya menjaga kualitas. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga penyajian, semuanya dilakukan dengan penuh ketelitian agar setiap pelanggan mendapatkan produk terbaik.
Bagi Reni, keberhasilan bukan hanya tentang banyaknya penjualan, tetapi juga tentang kepercayaan pelanggan yang terus kembali menikmati hasil karyanya.
Jika Anda ingin mencicipi berbagai produk Rumah Shastra, Anda dapat langsung datang ke Jl. Sunan Kalijogo Gang Damai No. 37, Jambean, Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, atau menghubungi 0851-8861-8569. Khusus untuk wilayah Kota Bojonegoro, tersedia layanan antar gratis.
Karena terkadang, mimpi besar memang lahir dari sebuah dapur kecil, dari kasih sayang seorang ibu, dan dari keberanian untuk memulai.
