Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat / sejak awal Juli hingga 15 September 2026/ ada sebanyak 28 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bojonegoro//Dari jumlah tersebut/paling banyak terjadi pada bulan Agustus/ yakni sebanyak 12 kejadian//
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro/ Heru Wicaksi mengatakan/kebakaran tersebut antara lain berupa lahan semak belukar/ rumpun bambu/ ilalang/ serta lahan tebu// Salah satu kejadian terbesar terjadi di Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk / yakni berupa kebakaran lahan tebu sekitar tiga hektare//
Untuk itu Heru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama kondisi lahan masih kering// Pembakaran sampah maupun daun kering/ perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan/ agar api tidak merambat dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas//
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro/ Luluk Alifah menjelaskan/ masyarakat juga dihimbau untuk tidak langsung membakar sampah rumah tangga/namun harus dipilih / dipilah dan diolah//Luluk menjelaskan/Pemilahan sampah di tingkat rumah tangga tak hanya bermanfaat menekan risiko akibat pembakaran sampah/ namun juga menjadi kunci untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA)/ sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi///

