Disperta Bojonegoro Kendalikan Ulat Grayak di Ngambon

0
408

Pengirim : Iskak Riyanto*

Dalam beberapa hari ini tanaman jagung petani Desa Sengon Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro diserang hama ulat gayak. Untuk menekan populasinya Dinas Pertanian Bojonegoro bersama kelompok tani Sengon Agung II Desa Sengon, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro dan perusahaan pestisida melakukan gerakan pengendalian masal yang juga dihadiri Camat Ngambon, Kepala Desa Sengon, Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Disperta, Babinsa, Kordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamat Hama Penyakit (PPOPT-PHP) Kabupaten Bojonegoro, dan PPOPT-PHP Kecamatan Ngambon, Jum’at (20/12/2019).

Kasi Perlindungan Tanaman, Suzana mengatakan bahwa ulat grayak yang menyerang jagung petani Desa Sengon merupakan spesies ulat grayak baru yang berasal dari Amirika yang bernama Spodoptera frugiperda.

“Di Desa Sengon varietas jagung lokal dan hibrida rata-rata terserang hama ini. Sesuai dengan literatur hama ulat grayak ini termasuk spesies ulat yang tergolong rakus,” kata Sana, panggilanya.

Sana menambahkan, tujuan gerakan pengendalian masal ini juga untuk mengedukasi petani agar mampu melakukan pengendalian dengan memperhatikan 6 tepat, yakni tepat waktu, dosis, cara, jenis, sasaran, dan mutu.

“Langkah pengendalian Spodoptera frugiperda yang pertama dengan pengamatan rutin kondisi tanaman jagung. Yang kedua dengan pengendalian hama terpadu (PHT). Dan yang ketiga dengan penyemprotan insektisida sesuai dengan anjuran. Untuk antisipasi musim tanam berikutnya perlu dilakukan pengendalian preventif,” terang Sana.

Sementara itu Kepala desa Sengon, Guk Hariyanto mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Bojonegoro dan petani yang sudah melakukan gerakan pengendalian ulat grayak di desanya. “Terimakasih semuanya, mudah-mudahan berhasil pengendalianya,” katanya singkat.

Hal yang sama dikatakan oleh Sukarno, selaku ketua kelompok tani Sengon Agung II. Ia mengucapkan terimakasih kepada Dinas Pertanian Bojonegoro atas gerak cepatnya membantu petani dalam menangani serangan hama ulat grayak yang menyerang tanaman jagung anggotanya.

“Dengan adanya gerakan pengendalian masal ini kami semakin semangat dan rutin mengendalikan hama ulat dengan penyemprotan rutin,” sambung Sukarno.

*PPL Disperta Bojonegoro.